Tuesday, June 4, 2013

HIJAB SYAR'I, TITIK TANPA KOMA

Sungguh saya berterimakasih pada tokoh atau ikon-ikon hijab yang saat ini begitu banyak bermunculan.  Mereka menginspirasi begitu banyak muslimah, baik itu yang muda maupun yang sudah  dewasa.  Tidak bisa dipungkiri keberadaan mereka termasuk memperluas kesadaran muslimah untuk menutup aurat.  Meski terdapat banyak kekurangan disana-sini, tentu tidak membuat kita lupa menghargai daripada tidak bertindak sama sekali.

Manusia adalah selemah-lemahnya mahluk-Nya, yang memang menjadi sasaran utama syetan untuk digoda.  Maka, segala upaya akan dilakukan syetan untuk menjauhkan manusia dari aturan hakiki Allah Azza Wajalla.  Termasuk dalam kategori berhijab, memang tentang kekurangan atau kekurang tepatan cara atau metode menutup auratnya, termasuk cara syetan menggiring manusia untuk tak taat pada aturan sesungguh-Nya.  Namun,bukan berarti kemudian membuat kita jadi berjarak satu sama lain, tetaplah kita bersatu dengan tujuan yang sama syiar busana muslimah.  Adanya ketidak tepat disana-sini, tugas kita-lah sesama muslim untuk saling mengingatkan dan men-syiarkan hal-hal yang sekiranya mana yang benar mana yang tidak.  

Saya, sebagai mantan hijaber gaul yang berorientasi gaya hijab jauh dari nilai syar'i juga mengakui tidak mudah menggeser kemauan diri untuk merubah gaya penampilan yang sungguh sesuai syariat Islam.  Butuh proses yang juga tidak serta merta.  Hingga akhirnya saya memutuskan berubah menjadi lebih syar'i meski belum kaffah, itu juga banyak faktor yang mempengaruhi saya.  Antara lain wawasan/Ilmu dan lingkungan sekitar.

Wawasan trentang berhijab syar'i semakin saya temui dan dalami karena saya belakangan mulai aktif memperdalam wawasan ke-Islam-an (kemane aje? hehehe...), baitu dari pengajian-oengajian, ceramah di radio (Radio Rodja mostly), dari bacan-bacaan di buku maupun blog-blog Islami.  Rasanya aturan menutup aurat untuk muslimah secara syar;i makin nyata dan jelas dan lama-lama menyentil sanubari saya yang membuat saya malu sendiri.  Oh My God, Astagfirullah, ternyata saya masih jauh dari kecintaan pada Allah, Sang Maha Pencipta.  Bukankah kalau cinta kita selalu berusaha tampil cantik dna indah sesuai padangan seseorang?  mengapa tidak saya lakukanhal yang sama pada yang the on and only, Allah Azza Wajalla?  Sang maha pemilik saya sebagai salah satu mahluk ciptaanNya?  Ini kok malah sibuk mempercantik diri untuk dilihat manusia yang jauh dari aturan yang ditetapkanNya?

Dari situlah, saya akhirnya memutuskan, meski perlahan juga untuk mulai merubah penampilan lebih syar'i lagi.  Selamat tinggal yang namanya busana PAS BODY, kerudung lilit sana-sini meski keren tapi masih tidak menutupi bagian dada, no more celana jeans ketat membentuk paha dan betis-skinny jeans.  Mulai bersahabat dengan aneka busana longgar, gamis, lengkap dengan kerudung menjuntai minimal bawah dada.  Bahkan sekarang saya lebih nyaman dengan kerudung yang jumbo size menutup hingga minimal bawah perut.





Seperti yang saya bilang diatas, mungkin masih belum kaffah, it needs and takes time, but at least there is a progress day by day.  Saya tidak peduli tanggapan miring dibilang tidak mengikuti trend mode terkini, justru saya akan mengembangkan trend hijab syar'i, berhijab syar'i yang indah, yaitu sesuai syariat-Nya dan tetap indah.  Jangan salah, Islam juga menerapkan keindahan,  indah disini yaitu rapih dan pantas.  Rapih yang tidak overdesign (tabarruj) dan pantas selayaknya bagaimana muslimah harus berpenampilan.

Kedepannya, saya akan "terjun" dalam syiar hijab syar'i ini.  Seperti saya bahas diatas, bahwa saya tidak menyalahkan sahabat-sahabat hijaber, justru disini lah peran kita merangkul mereka, untuk perlahan bertransformasi.  Ada banyak ide dan gagasan saya dalam hal ini dan insya Allah perlahan akan saya jalankan.  Meski langkah kecil, tapi semoga bisa berefek domino, minimal mengispirasi dan mempengaruhi secara positif bagi sesama muslimah.  Aamiin.  Doakan ya sahabat!

Wassalam.
JeungRirie

2 comments: